Tugas online2 Material Teknik

I. Apa yang membedakan besi cor dengan baja ?

Besi atau Fe dalam susunan skala periodik merupakan unsur utama bahan pembentuk baja dan besi bor. Baja pada dasarnya merupakan besi yang memiliki kadar karbon (C) antara 0,1% – 0,2% sebagai bahan paduan utama. Sedangkan besi cor mengandung kadar karbon antara 2% – 6,67%. Besi yang kadar karbonnya kurang dari 0,1% disebut besi ferit.
Besi cor lebih kasar ketimbang baja lantaran kandungan sementit (Fe3C) besi cor lebih banyak. Sementit terbentuk dari C yang bersenyawa dengan Fe dan memiliki sifat yang lebih keras dari Fe. Namun, tidak menutup kemungkinan, baja dengan paduan atau perlakuan tertentu, akan lebih keras dari besi cor. Misalnya, baja mangan untuk rel kereta api akan lebih kuat apabila mendapatkan beban.
Untuk membedakan besi cor dan baja, secara sederhana, dapat dilihat dari pemakaian dan bentuknya. Palu, perkakas, knalpot, rangka mobil, merupakan contoh barang berbahan baja. Barang dari besi cor biasanya sulit dibentuk dengan proses permesinan (bubut atau sejenisnya) karena kerasnya. Jika dilas, juga memberi hasil jelek karena kandungan karbonnya tinggi. Oleh sebab itu, barang dari besi cor dibentuk dengan cara pengecoran (pola, cetakan, penuangan). Misalnya, rangka pompa air atau blok mesin.

Besi tuang atau pig iron adalah besi (hampir murni) hasil hasil pengolahan bijih besi (oksida besi). Besi tuang adalah bahan dasar pembuatan baja. Besi murni mempunyai sifat fisis yang tidak begitu keras.
Baja adalah capuran logam yang sebagian besar komponennya besi. Ada ratusan jenis baja yang dibuat sesuai dengan spesifikai kegunaannya. Diantaranya :

  1. Baja Mangan (10%-18%Mn) bersifat keras,kuat,awet untuk rel kereta api,lapis kendaraan perang,mesin penghancur batu.
  2. Baja Silikon (1%-5% Si) bersifat keras,kuat,magnet kuat untuk magnet.
  3. Durion (12%-15% Si) bersifat tahan karat dan asam untuk pipa,ketel,kondensor.
  4. Invar (36% Ni) bersifat koefisien muai rendah untuk alat pengukur/meteran.
  5. Baja kromium vanadium (1%-10% Cr) bersifat kuat dan tahan tekanan/beban untuk as kendaraan.
  6. Baja tahan karat/Stainless steels (14%-18% Cr,7%-9% Ni) bersifat tahan karat untuk alat pemotong,perkakas dapur.

II. Karakteristik dari besi cor, dan besi cor malleable

Karakteristik besi cor:

  • Mempunyai kandungan karbon antara 2,5%- 4%
  • Mempunyai kemampuan las yang rendah
  • Karbon dalam Besi Tuang dapat berupa sementit (Fe3C) atau biasa disebut dengan Karbon Bebas (grafit).
  • Bahan penyusun lainnya seperti Silicium, mangan, fosfor dan belerang
  • Memiliki temperatur cair 1150 -1300 C

Karakteristik besi cor malleable:

  • Memiliki sifat mampu tempa yang sangat baik
  • Memiliki sifat mampu las yang sangat jelek
  • Ketahanan korosi rendah
  • Ketahanan aus rendah

III. Aplikasi besi cor

1. Besi cor kelabu (gray cast iron)

  • Pipa air pendingin
  • Pompa air kotor
  • Roda gigi tirus
  • Baling-baling kapal

2. Besi cor nodular/ductile (nodular cast iron)

  • Pada valves.
  • pump bodies
  • crankshafts
  • roda gigi
  • komponen-komponen otomotif

3. Besi cor putih (white cast iron)

  • Rol canai
  • rantai yang kasar
  • poros-poros bubungan mobil (seperti pada mesin Jaguar V12)

4. Besi cor mampu tempa (malleable cast iron)

  • Piting piting pipa
  • Perkakas dan alat-alat kereta api

 

This entry was posted in Material Teknik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply